Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2012

ESSAY::JADIKAN SISWA GENERASI BERPENGHARAPAN

JADIKAN SISWA GENERASI BERPENGHARAPAN  LP3ME UNIVERSITAS NEGERI MALANG Bencana silih berganti, Tsunami di Aceh dan Pangandaran, gempa di Nias, Yogyakarta, dan Jawa Tengah, Longsor di Sumatra Barat, lumpur Lapindo Brantas yang susah dicari solusinya, tenggelamnya kapal laut Senopati, hilangnya pesawat terbang Adam Air dan banjir dimana-mana menjadi episode kelabu bangsa Indonesia. Lebih tragis lagi kemiskinan terus bertambah, lima puluh persen penduduk Indonesia berpendapatan di bawah 2 dollar US, dan pemberantasan korupsi tidak maksimal menambah daftar panjang penderitaan negeri ini. Semua kejadian di atas menjadikan masyarakat Indonesia gamang akan masa depannya. Terlebih siswa sebagai generasi penerus menjadi sangat paranoid akan perjalanan hidupnya. Masih adakah ruang untuk menggapai harapan menjadi tanda tanya besar bagi generasi kita. Ancaman ekologi, perpolitikan yang tidak pernah dewasa, sempitnya lapangan kerja, dan pemiskinan struktural menguras emosi generasi ki

ESSAY ::PEMUDA DAN EKSISTENSINYA DALAM PEMBANGUNAN PEREKONOMIAN BANGSA

Oleh :Wiwin Juliyanti(110422425527) S1 Accounting, State University of Malang Offering EE PEMUDA DAN EKSISTENSINYA DALAM PEMBANGUNAN PEREKONOMIAN BANGSA “Indonesia memang negara kaya tapi orang-orangnya pemalas dan suka melalaikan tanggung jawab yang diberikan” . Mungkin itulah sepatah kalimat yang diberikan oleh orang Jepang jika ditanya tentang Indonesia. Sekiranya wajar saja jika ‘penghinaan’ itu dilontarkan kepada masyarakat Indonesia. Karena memang kenyataannya kita harus dengan malu mengakui itu. Bagaimana tidak, bangsa indonesia yang ‘katanya’ negara subur makmur gemah ripah loh jinawi tetapi untuk memenuhi sandang dan pangan saja harus ‘utang’ kepada tetangga. Katanya Indonesia punya beribu-ribu hektar lahan tebu, tapi mengapa untuk minum teh saja harus mengimpor gula dari luar negeri. Yang lebih ironis lagi, adalah ‘indonesia mengimpor garam dari luar negeri?’ Padahal dalam peta terpampang jelas wilayah kita kepulauan dan lautan yang membentang dari Sabang hin